• 081 225 7000 25

KONSEP PRA MENGHITUNG Bagi Balita

  • By : Ninin Kholida
  • 10 November 16, 10:56
KONSEP PRA MENGHITUNG Bagi Balita

KONSEP PRA MENGHITUNG Bagi Balita

Ibarat bangunan, kemampuan menghitung (baik menambah, mengurangi atau perkalian dan pembagian) adalah kemampuan yang berada di lantai tiga. Jadi orang tua harus melalui proses di tangga sebelumnya. Orang tua harus memperkenalkan konsep konkret sebelum abstrak. Begitu pula konsep mudah dan sederhana harus lebih dulu diperkenalkan, sebelum beralih ke yang kompleks.
Karena masih berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret, maka anak akan lebih mudah memahami konsep dasar berhitung jika dilakukan melalui aktifitas langsung. Jangan terburu buru menggunakan worksheet, jadikan kegiatan belajar menjadi menyenangkan karena anda sebagai orang tua juga ikut terlibat bersama anak dengan ceria ketika proses belajar. Kedekatan yang terbangun antara anda dan anak dalam aktivitas inilah yang kelak akan menjadikan kesan bagi anak bahwa matematika itu asyik, berhitung itu menyenangkan.
Setidaknya ada 6 kemampuan matematika dasar yang perlu diperkenalkan pada anak sebagai dasar bagi konsep berhitung :
1.    Mengenal posisi serta kesadaran ruang dan waktu :  Anda bisa bermain petak umpet dengan anak untuk mengajarkan konsep di luar dan di dalam ruangan, anda juga bisa mengajaknya naik turun tangga untuk mengajarkan konsep naik dan turun. Bermain bola juga bisa digunakan untuk mengajarkan konsep di atas dan dibawah. Saat memakai baju, anak bisa belajar tentang konsep kiri dan kanan. Setelah konsep dasar yang lebih konkret ini diajarkan, anda bisa mulai mengajarkan konsep yang lebih abstrak misalnya lama dan sebentar.
2.    Mengenal konsep bilangan : pada usia setahun anak biasanya sudah mulai menyadari konsep satu dan dua, terutama dengan mengenali jumlah anggota tubuhnya. Satu hidung, dua mata, dua tangan, dua kaki. Perkenalkan konsep bilangan secara konkret melalui aktivitas langsung dalam keseharian anak, baik saat makan, memakai pakaian, jalan jalan atau bermain. Kalau anak sudah tertarik memegang pensil atau mulai suka mencorat coret baru anda bisa memperkenalkan dengan simbol angka secara bertahap. Menyanyikan lagu ‘balonku ada lima’ atau lagu lainnya bisa membuat proses pengenalan angka lebih menyenangkan.
3.    Klasifikasi (clasification):  seiring dengan perkembangan kognitifnya, anak usia di atas satu tahun mulai bisa melihat persamaan dan  membedakan benda yang satu dengan yang lainnya. Mulailah dari aktivitas yang sederhana. Misalnya aktivitas membedakan kucing dengan ayam. Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah: “mana temannya?” kumpulkan tiga pisang dan tiga apel merah dalam keranjang. Pegang satu apel merah lalu tanyakan pada anak :” mana temannya apel ya? Coba taruh di luar keranjang “ . konsep ini penting dipahami anak, karena pada dasarnya operasi hitung hanya bisa dilakukan pada objek yang sama. 2 kuda ditambah 2 sapi berapa hasilnya? Ya tidak bisa dilakukan penghitungan, kecuali anda mengubah pertanyaan menjadi ada berapa HEWAN yang ada di sini?. Anda bisa melakukan pengenalan konsep ini lewat permainan atau aktivitas sehari hari lainnya, misalnya memisahkan baju dan celana, memisahkan garpu dan sendok. Kemampuan klasifikasi ini makin baik setelah anak berusia dua tahun. 
4.    Mengenal Pola (patterning) : perkalian pada dasarnya adalah penambahan yang berulang. Banyak konsep matematika lainnya yang pada dasarnya membutuhkan kemampuan ‘mengenal pola’. Sebagai langkah awal, anda bisa melatih kemampuan anak untuk mengenal pola sederhana melalui aktivitas bermain dengan instruksi khusus, misalnya : “kita akan lewat di atas tali ini seperti kelinci.biar tidak capek, setelah lompat dua kali kelincinya akan duduk beristirahat, kemudian dia lompat lagi. Ayo kita coba “ lompat, lompat, duduk. Lompat, lompat, duduk”. Anda juga menggunakan alat musik, misalnya “ drum cek, drum drum cek, drum cek, drum drum cek” menyenangkan bukan ? aktivitas yang lebih tenang dilakukan adalah meronce, membuat kereta api dari lego dengan pola warna dan panjang  tertentu.
5.    Perbandingan : walaupun anak belum bisa berhitung, tapi mereka sudah punya kemampuan untuk melihat perbandingan yang mencolok. Saat kita sandingkan dua baju dengan sekeranjang baju dan kita tanyakan “ mana yang lebih banyak?” mereka bisa melakukan perbandingan banyak-sedikit tanpa harus menghitungnya terlebih dahulu. Kemampuan ini disebut subtizing. Latih kemampuan ini dengan berbagai aktivitas bermain agar anak memahami konsep : banyak- sedikit, jauh-dekat, besar-kecil.
6.    Korespondensi : anda bisa mengundang teman teman si kecil ke rumah, meminta mereka masuk satu satu melalui pintu dan duduk rapi di kursi. Setelah itu minta anak anda membagikan satu kue untuk setiap anak. Permainan congklak juga bisa dipraktekkan untuk memahamkan konsep korespondensi satu satu.
7.    Konsep geometri : saat makan bisa sekalgus belajar tentang konsep geometri. Sebelum menyuapkan sup wortel anda bisa mengatakan pada anak bahwa bentuknya lingkaran. Anda bisa membuat bangunan dari balok kayu bersama anak sambil menebak bentuknya. Anda juga bisa menggambar segitiga di tanah lalu melompat bersama anak di sekeliling segitiga tadi.
8.    Pengukuran : anda bisa mencontohkan pada anak untuk mengukur jarak pintu ke kamarnya dengan melangkah. Ajak anak menyiduk air dari ember menggunakan gelas dan menghitung berapa banyak yang dibutuhkan agar bisa memenuhi teko.
Selain bimbingan, anak juga membutuhkan kesempatan untuk mempraktekkan apa yang ia pelajari sebelumnya. Karena itu biarkan anak mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Bersabarlah dalam meladeni pertanyaan dan keingintahuan anak. Anak belajar bukan hanya ketika menghadapi buku dan duduk manis di belakang meja. Ikutlah bermain bersama mereka. Dengan cara ini anda akan mengetahui cara apa yang paling ia sukai dalam belajar , bagaimana tipe belajar anak anda. buatlah catatan sederhana perkembangan anak, dengan demikian kita akan mampu menysukuri usahanya, bisa memberikan umpan balik padanya (nin/TI)


Komentar

Tinggalkan Pesan

Artikel

Knowing Your Talent Knowing Your Success Way: Talents Mapping Seminar and Workshop Story

Knowing Your Talent Knowing Your Success Way: Talents Mapping Seminar and Workshop Story

Semarang,  9 April 2017 – Knowing your talent Knowing your success w

TALENT MAPPING WORKSHOP AND SEMINAR FOR FAMILY AND EDUCATOR : Kenali dan Optimalkan Kekuatan Diri untuk Hidup Penuh Makna

TALENT MAPPING WORKSHOP AND SEMINAR FOR FAMILY AND EDUCATOR : Kenali dan Optimalkan Kekuatan Diri untuk Hidup Penuh Makna

🏅 Banyak orang belajar beragam ilmu selama belasan atau puluhan tahun, namun

Kenali Bakatmu Kenali Jalan Suksesmu!

Kenali Bakatmu Kenali Jalan Suksesmu!

Apa kamu sudah yakin bahwa jurusan studimu, tempat, posisi, dan pekerjaanmu seka

Apakah 15 Bakat Pengusaha ini ada dalam dirimu?

Apakah 15 Bakat Pengusaha ini ada dalam dirimu?

 1.       Kamu orang yang suka tantangan dan siap ambi

OLAHRAGA OTAK TERBAIK DI DUNIA

OLAHRAGA OTAK TERBAIK DI DUNIA

Tahukah anda apakah olahraga yang penya manfaat sangat baik bagi otak manusia ?

KONSEP PRA MENGHITUNG Bagi Balita

KONSEP PRA MENGHITUNG Bagi Balita

KONSEP PRA MENGHITUNG Bagi BalitaIbarat bangunan, kemampuan menghitung (baik men

Kecerdasan

Kecerdasan

Dari berbagai definisi para ahli mengenai keceradasan, setidaknya ada beberapa k